Negara mana yang memiliki keramhan di dunia ini ternyata indonesia
termasuk negara paling ramah di dunia selain indonesia masih ada
beberapa negara lain, ingin tahu negara apa aja itu? Lonely
Planet mengeluarkan daftar “Negara-negara Teramah di Dunia” yang
diambil dari buku Lonely Planet edisi “1000 Ultimate Experiences”
berikut 10 negara paling ramah di dunia.
10. Fiji.
Orang
Fiji terkenal mampu membuat pelancong asing merasa disambut. Karena
itu, orang Fiji sering dianggap sebagai orang teramah di dunia. Tambahan
lagi negara ini memiliki pulau dan laut yang cantik, titik menyelam
kelas dunia, sampai kuliner.
9. Samoa.
Negara
kepulauan di Samudera Pasifik ini bersaing ketat dengan Fiji sebagai
negara teramah di dunia. Di situs pencari Google, Fiji memang lebih
banyak disebut-sebut. Namun, pelancong dapat tenang datang ke Samoa
karena disambut penduduk yang hangat dan ramah, hingga mampu
meninggalkan kesan yang mendalam bagi pendatang.
8. Amerika Serikat.
Walaupun
berbagai citra buruk yang melekat di negara ini, orang-orang Amerika
selalu menyambut pelancong asing. Serta membantu para turis asing untuk
mengenal tempat-tempat terbaik di negara tersebut.
7. Malawi.
Orang
Malawi dikenal sebagai orang teramah di Afrika. Benua Afrika terdiri
dari banyak suku. Di Malawi, banyak suku dapat hidup harmonis
berdampingan. Orang-orang Malawi senang mengundang orang asing ke rumah
mereka. Walaupun negara ini kecil dan miskin, namun mereka berbesar hati
dan sangat terbuka menyambut pelancong asing.
6. Turki.
Orang-orang
turki memiliki reputasi tak tertandingi kalau berbicara mengenai
ramah-tamah. Apalagi dilengkapi kekayaan kuliner mereka, garis pantai
yang cantik, dan situs-situs bersejarah. Bersiaplah menerima sambutan
yang hangat, bercangkir-cangkir teh yang disuguhkan, sampai waktu yang
disediakan untuk mengobrol dengan orang asing.
5. Skotlandia.
Semangat
juang orang Skotlandia membuat orang-orang Skotlandia menjadi
pribadi-pribadi yang terbuka, penuh semangat, dan humoris. Biasanya,
sikap mereka ini membuat pelancong menjadi mudah dekat dengan mereka.
4. Irlandia.
Setelah
berbagai kekacauan yang pernah menimpa Irlandia, membuat orang-orang
memiliki humor bernuansa seperti komedi hitam. Mereka juga memiliki
sikap terbuka pada orang asing. Orang Irlandia terkenal mampu mencari
waktu bersenang-senang bahkan di kala susah. Saat ini, orang Irlandia
terkenal pula memiliki sifat optimis dan percaya bahwa tidak ada yang
tak mungkin.
3. Thailand.
Sebagai
salah satu negara paling sering dikunjungi di Asia Tenggara, Thailand
menawarkan pantai dan pulau yang cantik, makanan yang enak, dan wisata
belanja. Selain itu, orang Thailand juga mudah bergaul dan murah senyum.
2. Vietnam.
Bom
dan perang seringkali menjadi citra dari negara Vietnam. Kenyataannya,
mereka telah meninggalkan hal-hal tersebut di masa lalu. Saat ini, orang
Vietnam dengan ramah dan penuh senyuman menyambut kedatangan para
pelancong asing.
1. Indonesia.
Sangat
susah menggeneralisasi negara Indonesia karena negara ini memiliki
beragam budaya. Namun satu hal yang pasti, pelancong akan disambut
dengan senyum lebar dari penduduk Indonesia yang wilayahnya terbentang
luas dari Aceh sampai Papua. Ramah menjadi sifat dasar orang Indonesia
dan memiliki ketertarikan kepada para pendatang. Mereka selalu menemukan
waktu untuk berhenti beraktivitas sekadar menyapa dan bertemu orang
asing.
Sumber : http://palingseru.com
Jumat, 24 Agustus 2012
Rabu, 22 Agustus 2012
Makna Ketupat
Banyak sekali makna filosofis yang
terkandung di dalam sebuah ketupat. dari mulai bungkus yng dibuat
menggunakan janur kuning atau daun kelapa yang masih muda yang
melambnagkan sebagai penolak bala (penolak musibah). janur sendiri
berarti cahaya surga (Jannah=Surga; Nur:Cahaya). juga dapat diartikan
nur (cahaya) yang melambangkan kondisi manusia dalam keadaan suci
setelah sebulan penuh mendapatkan pencerahan pada bulan Ramadhan. jadi,
makna dari kupatan adalah kesucian lahir dan batin yang dimanifestasikan
dalam tujuan hidup yang esensial.
Sedangkan bentuk segi empat mencerminkan
prinsip “kiblat papat, lima pancer”, yang bermakna kemanapun manusia
menuju pasti selalu kembali kepada Allah SWT. Bentuknya yang persegi
empat juga dapat dimaknakan senagai empat macam nafsu manusia yaitu
amarah (emosional), aluamah (nafsu untuk memuaskan rasa lapar), supiah
(safsu untuk memiliki yang indah-indah) dan mutmainah (nafsu untuk
memaksa diri). keempat nafsu tersebut yang ditaklukkan selama puasa.
sehingga dengan memakan ketupat seseorang dianggap sudah mampu
menaklukaan keempat nafsu tersebut.
Dilihat dari bentuk anyaman ketupat yang
rumit mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. sedangkan warna
putih ketika dibelah mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah
sebulan berpuasa dan memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat. beras
sebagai isi dari ketupat mempunyai makna atau melambangkan kemakmuran
setelah hari raya.
Sumber : http://hanyafarid.web.id
Bedug Terbesar di Dunia Ada di Indonesia
Bedug Terbesar di Dunia ada di Indonesia. Boleh percaya, boleh tidak,
pada kenyataannya memang bedug (alat musik yang di tabuh) yangterbesar
ada di Indonesia. Berikut kutipan dari wikipedia tentang pengertian dari
bedug.
Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar.
Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.
Nah tahukah Anda bedug terbesar di dunia ada di Indonesia lho (emang bedug lahir, dan populer di indonesia hehehe). Tapi tidak ada salahnya untuk menambah wawasan tentangBedug Terbesar di Dunia ada di Indonesia.




Ukuran dari Bedug Pendowo:
panjang : 292 cm,
diameter depan : 194 cm,
diameter belakang : 180 cm,
keliling depan : 601 cm,
keliling belakang :564 cm,
Kulit yang ditabuh dari kulit banteng.Ya namanya BEDUG PENDOWO. Ada juga yang menyebutnya Bedug Purworejo atau Bedug Kyai Bagelen. Bedug ini sekarang ada di dalam Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo.
Sejarahnya, bedug ini dibuat pada saat pemerintahan Adipati Cokronegoro I, yg merupakan Bupati pertama Purworejo, pada tahun 1834. Yang menarik dari Bedug Pendowo ini adalah, bahan utama untuk badan bedug dari kayu jati gelondongan utuh yang sudah berumur ratusan tahun. Dan yg lebih unik, pohon jati ini beda dgn yg lainnya karena mempunyai mempunyai 5 cabang (pendawa=lima, dlm istilah pewayangan).
Lokasi pohon jati berada di dusun Pendowo, Kecamatan Purwodadi. Inilah sebabnya Bedug ini dinamakan Bedug Pendowo.
Sekarang bedug ini hanya dibunyikan saat akan Sholat Jumat, Sholat Idhul Fitri dan Idhul Adha, serta saat pelaksanaan malam takbiran.
Jadi buat agan dan aganwati semua, kalo pas travelling ke arah pesisir selatan Jawa Tengah,
sempatkan diri sejenak untuk mengenal lebih jauh salah satu peninggalan sejarah dan keajaiban dunia yang ada di Kabupaten Purworejo.
Sumber : www.hajsmy.us
Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar.
Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.
Nah tahukah Anda bedug terbesar di dunia ada di Indonesia lho (emang bedug lahir, dan populer di indonesia hehehe). Tapi tidak ada salahnya untuk menambah wawasan tentangBedug Terbesar di Dunia ada di Indonesia.

Ukuran dari Bedug Pendowo:
panjang : 292 cm,
diameter depan : 194 cm,
diameter belakang : 180 cm,
keliling depan : 601 cm,
keliling belakang :564 cm,
Kulit yang ditabuh dari kulit banteng.Ya namanya BEDUG PENDOWO. Ada juga yang menyebutnya Bedug Purworejo atau Bedug Kyai Bagelen. Bedug ini sekarang ada di dalam Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo.
Sejarahnya, bedug ini dibuat pada saat pemerintahan Adipati Cokronegoro I, yg merupakan Bupati pertama Purworejo, pada tahun 1834. Yang menarik dari Bedug Pendowo ini adalah, bahan utama untuk badan bedug dari kayu jati gelondongan utuh yang sudah berumur ratusan tahun. Dan yg lebih unik, pohon jati ini beda dgn yg lainnya karena mempunyai mempunyai 5 cabang (pendawa=lima, dlm istilah pewayangan).
Lokasi pohon jati berada di dusun Pendowo, Kecamatan Purwodadi. Inilah sebabnya Bedug ini dinamakan Bedug Pendowo.
Sekarang bedug ini hanya dibunyikan saat akan Sholat Jumat, Sholat Idhul Fitri dan Idhul Adha, serta saat pelaksanaan malam takbiran.
Jadi buat agan dan aganwati semua, kalo pas travelling ke arah pesisir selatan Jawa Tengah,
sempatkan diri sejenak untuk mengenal lebih jauh salah satu peninggalan sejarah dan keajaiban dunia yang ada di Kabupaten Purworejo.
Sumber : www.hajsmy.us
Lagi, Film Indonesia Tayang di Festival Dunia !
Film 'Vakansi Yang Janggal dan Penyakit
Lainnya' tayang di Festival del Film Locarno ke-65 di Swiss, 1-11
Agustus 2012. (Screen capture trailer film Vakansi Yang Janggal dan
Penyakit Lainnya)
Satu lagi film karya anak bangsa diputar di festival film dunia. Film berjudul Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya atau dalam Bahasa Inggris bertajuk Peculiar Vacation and Other Illnesses ini tayang di Festival del Film Locarno ke-65 di Swiss, 1-11 Agustus 2012.
Film yang diproduksi Tembi Rumah Budaya dan Limaenam Films ini masuk dalam kategori Concorso Cineasti del presente bersama 14 film mancanegara lainnya. Untuk diketahui Concorso Cineasti del presente adalah kategori yang didedikasikan bagi sutradara baru dari seluruh dunia.
Sebanyak 15 film, mulai dari dokumenter hingga fiksi di kategori ini diputar perdana di Festival del Film Locarno. Tak hanya itu, 15 film tersebut juga akan bersaing memperebutkan Pardo d'oro Cineasti del Presente - Premio George Foundation. Adapun juri yang akan menilai untuk kategori Concorso Cineasti del presente antara lain sutradara Mahamat-Saleh Haroun, aktris asal Portugal Ana Moreira, sutradara asal AS Alex Ross Perry, produser asal Swiss Luciano Rigolini, dan sutradara asal Malaysia Yuhang Ho.
"Selain itu, film yang terpilih nanti juga akan mendapatkan CineCinema, Special Jury Prize yang akan memastikan film tersebut diputar di CineCinema, kanal televisi khusus film di Perancis," kata sutradara Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya, Yoseph Anggi Noen.
Film Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya menceritakan tentang tentang Ning (Christy Mahanani), seorang perempuan yang merasa tidak pernah dihargai oleh Jarot (Joned Suryatmoko), suaminya yang pengangguran.
Komunikasi di antara mereka tidak lancar karena Jarot selalu diam, tidak pernah menanggapi isi hati Ning dan tidak berlaku sebagaimana pantasnya seorang suami terhadap istri. Perasaan dihargai dan didengar justru didapat Ning dari Mur (Muhammad Abe Baasyin), seorang supir yang baru dikenalnya di tempat kerja Ning yang baru, di sebuah toko mebel.
Dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Wonosobo untuk mengantar pesanan sofa, Ning banyak mendengar cerita dari Mur yang ternyata seorang “petualang
cinta”. Film Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya mengambil lokasi syuting di Yogyakarta dan Wonosobo dan sepanjang jalan di antara kedua kota tersebut. Film ini juga menghabiskan waktu syuting selama 10 hari.
Berikut 15 film yang masuk dalam kategori Concorso Cineasti del presente:
1. Ape - Joel Potrykus (AS)
2. Arraianos - Eloy Enciso (Spanyol)
3. Boa Sorte, Meu Amor - Daniel Aragão (Brasil)
4. Inori - Pedro González-Rubio (Jepang)
5. Ji Yi Wang Zhe Wo - SONG Fang (China)
6. Les Gouffres - Antoine Barraud (Perancis)
7. Les Mouvement Du Bassin - HPG (Perancis)
8. Not In Tel Aviv - Nony Geffen (Israel)
9. Orleans - Virgil Vernier (Perancis)
10. People's Park - Libbie Dina Cohn and J.P. Sniadecki (AS/China)
11. Tectonics - Peter Bo Rappmund (AS)
12. Tower - Kazik Radwanski (Kanada)
13. Tutti Giu - Niccolò Castelli (Swiss)
14. Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya- Yosep Anggi Noen (Indonesia)
15. Winter, Go Away - Various artists – Rusia
Sumber : www.hajsmy.us
Kamis, 16 Februari 2012
10 Penemu Hebat dari Indonesia yang Terkenal di Dunia Internasional
Indonesia, disamping memiliki kekayaan alam yang luar biasa, juga memiliki kekayaan intelektual dari para rakyatnya yang kini, hasil penemuan dan inovasi mereka dipakai secara internasional... simak juga 43 penemu dari indonesia, berikut ini adalah 10 penemu diantara ribuan penemu dari Indonesia..
1. Tjandramukti
Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di desa ini, sekitar tahun 2000 berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar (salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata- rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.
Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi (43,9 %), umur yang pendek (72 hari), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang lain belum didaftarkan.
Selain kedelai, beliau juga menemukan konsep sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan serta metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai. (wah hebat )
2. Mujair
Mujair adalah nama seorang bapak yang pada tahun 1939 menemukan ikan yang pada akhirnya dinamai dengan nama yang sama di muara sungai Serang, Blitar.Beliau berhasil mengembangbiakkan ikan yang bukan asli perairan Indonesia dan menjadi populer hingga sekarang. (baru tau ternyata mujair ntu nama orang ) pak mujair itu mengembangbiakkan ikan yang aslinya ikan laut menjadi ikan air tawar ...!!!
3. Prof. Poorwo Soedarmo
Anda pasti hapal apa itu Empat Sehat Lima Sempurna, suatu slogan yang sangat mudah diingat dan tidak dapat dipungkiri berhasil dalam menyehatkan masyarakat Indonesia.Slogan atau lebih tepatnya konsep ini dicetuskan oleh seorang tokoh gizi Indonesia kelahiran Malang pada tahun 1904 bernama Poorwo Soedarmo. (ini juga di SD udah terkenal slogannya tapi penemunya kok ane baru tau )
4. Tjokorda Raka Sukawati
Beliau adalah penemu metode Sosrobahu
Sistem pembuatan penyangga jalan layang secara sejajar dengan jalan yang akan dibuat, dan dapat diputar dengan mudah bila akan digunakan. Sistem ini menghemat tempat, sehingga tidak memacetkan lalu lintas di bawahnya bila sebuah jalan layang dibuat di atas jalan lain (WOW )
5. Prof. Ir. R.M. Sedyatmo
Lulusan ITB angkatan 1934 ini berhasil menemukan pondasi cakar ayam pada tahun 1962
Sistem pondasi ini memungkinkan pembangunan di atas lahan yang labil, seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta, Jakarta, dan banyak bangunan lain di seluruh dunia. (dari Indonesia nih )
6. Mukibat
Pak Mukibat adalah petani sederhana dari Kediri ini pada tahun 1950 menemukan sistem penanaman singkong yang revolusioner. Beliau menempelkan batang ketela pohon karet yang daunnya rimbun di atas ketela pohon biasa (grafting). Setelah di tanam hasilnya sangat luar biasa. Dengan sistem pemanenan berulang, sebuah ketela pohon dapat memproduksi hingga 5 kali lipat dari yang biasanya. Untuk menghormati sistem tempel pada ketela pohon saat ini secara internasional dinamai sistem Mukibat, meskipun saat ini banyak orang mengaku- aku sebagai sistem mereka dengan sedikit modifikasi dari aslinya.
7. BJ HABIBIE
bapak habibie juga salah satu penemu besar dari indonesia
dia adalah penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)
8. Michael Iskandar a.k.a Om Chia
Beliau menemukan Mesin Big Bang yang di pakai dan si sukai Valentino Rossi
Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dah hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60-an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik.
Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.Beliau meninggal 4 mei 2010
9. Prof. Dr. Khoirul Anwar
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.
Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.
10. Pak Minto
BERAWAL dari pemikiran, suatu saat kayu hutan dan minyak bumi akan habis. Minto(48), guru SD Negeri Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur(Jatim), memikirkan pembuatan kompor tenaga surya. Ketika itu tahun 1986.Pengetahuannya tentang sifat lensa dan penyerapannya terhadap panas mengilhamipembuatan kompor tenaga Matahari itu.
Minto mengakui, kompor tenaga surya berfungsi ganda yang dihasilkannya memang tidak praktis. "Memang perlu penyempurnaan, supaya lebih praktis," ujarnya. Kompor tenaga surya hasil buah karya Minto ini, tidak hanya dinikmati tetangga-tetangga dekatnya, tetapi juga oleh para pembelinya. Maukah CGI, World Bank, ADB atau UNDP membantu membiayai usaha2 Minto yang brilian ini
1. Tjandramukti
Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di desa ini, sekitar tahun 2000 berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar (salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata- rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.
Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi (43,9 %), umur yang pendek (72 hari), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang lain belum didaftarkan.
Selain kedelai, beliau juga menemukan konsep sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan serta metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai. (wah hebat )
2. Mujair
Mujair adalah nama seorang bapak yang pada tahun 1939 menemukan ikan yang pada akhirnya dinamai dengan nama yang sama di muara sungai Serang, Blitar.Beliau berhasil mengembangbiakkan ikan yang bukan asli perairan Indonesia dan menjadi populer hingga sekarang. (baru tau ternyata mujair ntu nama orang ) pak mujair itu mengembangbiakkan ikan yang aslinya ikan laut menjadi ikan air tawar ...!!!
3. Prof. Poorwo Soedarmo
Anda pasti hapal apa itu Empat Sehat Lima Sempurna, suatu slogan yang sangat mudah diingat dan tidak dapat dipungkiri berhasil dalam menyehatkan masyarakat Indonesia.Slogan atau lebih tepatnya konsep ini dicetuskan oleh seorang tokoh gizi Indonesia kelahiran Malang pada tahun 1904 bernama Poorwo Soedarmo. (ini juga di SD udah terkenal slogannya tapi penemunya kok ane baru tau )
4. Tjokorda Raka Sukawati
Beliau adalah penemu metode Sosrobahu
Sistem pembuatan penyangga jalan layang secara sejajar dengan jalan yang akan dibuat, dan dapat diputar dengan mudah bila akan digunakan. Sistem ini menghemat tempat, sehingga tidak memacetkan lalu lintas di bawahnya bila sebuah jalan layang dibuat di atas jalan lain (WOW )
5. Prof. Ir. R.M. Sedyatmo
Lulusan ITB angkatan 1934 ini berhasil menemukan pondasi cakar ayam pada tahun 1962
Sistem pondasi ini memungkinkan pembangunan di atas lahan yang labil, seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta, Jakarta, dan banyak bangunan lain di seluruh dunia. (dari Indonesia nih )
6. Mukibat
Pak Mukibat adalah petani sederhana dari Kediri ini pada tahun 1950 menemukan sistem penanaman singkong yang revolusioner. Beliau menempelkan batang ketela pohon karet yang daunnya rimbun di atas ketela pohon biasa (grafting). Setelah di tanam hasilnya sangat luar biasa. Dengan sistem pemanenan berulang, sebuah ketela pohon dapat memproduksi hingga 5 kali lipat dari yang biasanya. Untuk menghormati sistem tempel pada ketela pohon saat ini secara internasional dinamai sistem Mukibat, meskipun saat ini banyak orang mengaku- aku sebagai sistem mereka dengan sedikit modifikasi dari aslinya.
7. BJ HABIBIE
bapak habibie juga salah satu penemu besar dari indonesia
dia adalah penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)
8. Michael Iskandar a.k.a Om Chia
Beliau menemukan Mesin Big Bang yang di pakai dan si sukai Valentino Rossi
Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dah hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60-an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik.
Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.Beliau meninggal 4 mei 2010
9. Prof. Dr. Khoirul Anwar
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.
Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.
10. Pak Minto
BERAWAL dari pemikiran, suatu saat kayu hutan dan minyak bumi akan habis. Minto(48), guru SD Negeri Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur(Jatim), memikirkan pembuatan kompor tenaga surya. Ketika itu tahun 1986.Pengetahuannya tentang sifat lensa dan penyerapannya terhadap panas mengilhamipembuatan kompor tenaga Matahari itu.
Minto mengakui, kompor tenaga surya berfungsi ganda yang dihasilkannya memang tidak praktis. "Memang perlu penyempurnaan, supaya lebih praktis," ujarnya. Kompor tenaga surya hasil buah karya Minto ini, tidak hanya dinikmati tetangga-tetangga dekatnya, tetapi juga oleh para pembelinya. Maukah CGI, World Bank, ADB atau UNDP membantu membiayai usaha2 Minto yang brilian ini
Minggu, 05 Februari 2012
10 Teknologi Tinggi Nenek Moyang Indonesia
Di zaman dahulu kala, para nenek moyang kita sudah menemukan banyak penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya. Kali ini Indonesiatop.blogspot akan menulis beberapa teknologi kuno nenek moyang Indonesia.
Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.
Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.
Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.
Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.
2. Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa
Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.
Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. 'Mereka mengaku keturunan Jawa,' kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.
Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.
Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata 'Jung' digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.
Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.
Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.
3. Keris: kecanggihan teknologi penempaan logam
Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.
Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.
Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).
Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.
Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.
Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.
Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.
4. Benteng Keraton Buton: Arsitektur bangunan untuk pertahanan
Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur.
Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.
Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.
Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.
5. Si Gale gale: Teknologi Robot tradisional Nusantara
Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.
Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.
Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.
Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.
Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.
6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten : Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air
Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.
Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.
Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.
Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.
Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu.
Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.
7. Karinding: Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara
Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama.
Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul).
Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.
Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.
Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.
Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini adalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.
8. Rumah Gadang: Arsitektur Rumah Aman Gempa
Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi.
Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.
Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan.
Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.
Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi.
Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut
Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.
9. Tempe: Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan
Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan.
Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.
Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata 'tempe'.
Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.
10. Pranata Mangsa: Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita
Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran.
Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.
Menurut Daldjoeni di bukunya 'Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa', Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju.
Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.
Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini.
Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.
Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun.
Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.
Sumber : www.inmystery.com
Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya.
Itu semua bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju.
Langganan:
Postingan (Atom)














